
LINTASJUARAUsianya baru menginjak 26 tahun.Lahir pada tahun 2000 dan masih lajang, membuat konsentrasinya saat ini benar-benar tercurah di dunia balap, khususnya penelitian dan pengembangan mesin.
Sosok muda tersebut adalah Bahtian Eka Aditya , atau yang lebih akrab disapa Tian ‘Nto Nto Racing’ .Mekanik asal Karanganyar, Jawa Tengah, ini sedang mencuri perhatian setelah menunjukkan racikan mesin 2 tak yang kompetitif pada gelaran Superprix 2026 Surabaya .
Bukan sekedar hadir sebagai pelengkap, Tian justru mampu membawa pembalap Aldiaz Aqsal Ismaya dari Dit’s Racing Palangkaraya meraih hasil terbaik. Salah satunya adalah podium juara pada kelas Bebek 2 Tak Std 116 cc .
Tian Nto Nto Racing Buktikan Racikan Mesin 2 Tak Bisa Bersaing
Hasil tersebut menjadi pencapaian penting bagi Tian. Pasalnya, persaingan di kelas Bebek 2 Tak Standar Superprix 2026 Surabaya berlangsung ketat dengan dominasi mekanik-mekanik Jawa Timur yang selama ini dikenal kuat di kategori tersebut.Namun Tian mampu memberikan perlawanan.
Dengan mengandalkan racikan yang menjadi ciri khasnya, terutama pada sektor kompresi serta port-exhaust yang disesuaikan dengan bobot pembalap, performa mesin yang dibesut Aldiaz Aqsal Ismaya mampu tampil kompetitif hingga akhirnya merebut posisi tertinggi.
Riset Menjadi Kunci Racikan Mesin
Bagi Tian, performa mesin tidak bisa hanya mengandalkan tenaga besar. Ada banyak aspek yang harus diperhitungkan agar karakter mesin sesuai dengan kebutuhan pembalap.
Salah satunya adalah menyesuaikan racikan dengan bobot pembalap. Hal tersebut menjadi bagian dari proses riset yang terus dilakukan Tian dalam mengembangkan mesin 2 tak.
Pendekatan tersebut terbukti efektif di Surabaya. Di tengah persaingan para mekanik berpengalaman, Tian ‘Nto Nto Racing’ justru mampu membawa Aldiaz tampil sebagai juara Bebek 2 Tak Std 116 cc.
Hasil tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa mekanik muda dari Jawa Tengah ini mulai menemukan formula yang tepat untuk menghadapi persaingan balap nasional.
Sudah Belajar Korek Mesin Sejak SMK
Menariknya, kemampuan Tian dalam mengolah mesin 2 tak ternyata tidak muncul secara instan.
Ia sudah mulai belajar melakukan korek mesin sejak masih duduk di bangku SMK. Saat itu, Yamaha F1ZR menjadi salah satu media yang digunakannya untuk belajar memahami karakter mesin 2 tak.“Sejak SMK, saya belajar dengan motor pribadi F1ZR buat road race, Om,” ujar Tian ‘Nto Nto Racing’.
Dari motor pribadi tersebut, Tian perlahan mempelajari bagaimana karakter mesin 2 tak bekerja dan bagaimana melakukan pengembangan untuk kebutuhan balap.
Pengalaman sejak usia sekolah itu kemudian menjadi modal penting dalam perjalanan Tian hingga akhirnya serius menekuni dunia mekanik road race.
Pernah Ikut Crew Mesin 2 Tak The Strokes55
Perjalanan Tian juga semakin berkembang ketika dirinya sempat ikut membantu sebagai crew bersama Mas Bima dari The Strokes55.
Pengalaman tersebut tentu memberikan tambahan wawasan bagi Tian dalam memahami dunia balap dan karakter mesin 2 tak yang menjadi bidangnya hingga sekarang.“Saya juga dulu sempat bantu ngecrew sama Mas Bima (The Strokes55) yang mesin 2 taknya, Om,” tambah Tian.
Dengan gaya komunikasi yang santun dan terbuka, Tian juga terlihat menikmati proses panjang yang sudah dilaluinya. Baginya, dunia mekanik bukan sekadar soal hasil akhir di podium, tetapi juga bagaimana terus belajar dari setiap proses dan pengalaman di lintasan.
Tak Hanya Bebek 2 Tak Std 116 cc
Penampilan Tian di Superprix 2026 Surabaya ternyata tidak berhenti pada kelas Bebek 2 Tak Std 116 cc.
Ia juga mengambil bagian di kelas Underbone 130 cc yang menggunakan basis mesin Yamaha 125Z Hasilnya kembali cukup positif.
Bersama Aldiaz Aqsal Ismaya dari Dit’s Racing Palangkaraya, Tian mampu meraih podium runner-up dan posisi ketiga , masing-masing pada sprint race dan race utama.
Persaingan di kelas tersebut juga tidak kalah ketat. Aldiaz harus bersaing dengan pembalap-pembalap kuat dan pada akhirnya finis di belakang Alfi Husni dari SAE Racing Team .
Dua Kelas, Dua Hasil Positif
Pencapaian di dua kelas berbeda tersebut ditampilkan bahwa Tian mulai mampu mengembangkan kemampuannya tidak hanya pada satu karakter mesin.
Jika di Bebek 2 Tak Std 116 cc racikannya berhasil membawa Aldiaz menjadi juara. Maka di Underbone 130 cc ia juga mampu menghadirkan pembalap yang sama bersaing di barisan depan.
Bagi mekanik yang masih berusia 26 tahun, hasil tersebut tentu menjadi modal penting untuk menatap seri-seri berikutnya.
Dari Mengidolakan Mekanik, Kini Bisa Bersaing
Ada satu hal menarik dari perjalanan Tian. Mekanik-mekanik yang sekarang menjadi lawan di lintasan ternyata dahulu kala merupakan sosok yang ia idolakan.
Perjalanan dari seorang anak SMK yang belajar korek mesin menggunakan F1ZR pribadi hingga akhirnya bisa bersaing dengan mekanik-mekanik yang dulu dikaguminya tentu bukan proses yang singkat.
Tian sendiri mengakui hal tersebut.“Pada akhirnya, alhamdulillah, Om saya dapat bersaing dengan mekanik-mekanik 2 tak standar yang dulu saya idolakan. Saya termotivasi untuk lebih baik, termasuk di balap Underbone 130 cc,” ungkap Tian ‘Nto Nto Racing’.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana perjalanan seorang mekanik muda dibangun melalui proses belajar, pengalaman, hingga keberanian untuk turun langsung dalam persaingan.
Tian Nto Nto Racing, Nama yang Mulai Diperhitungkan
Bermarkas di Karanganyar, Jawa Tengah , Tian ‘Nto Nto Racing’ kini mulai menunjukkan bahwa mekanik muda juga mampu berbicara di level persaingan yang ketat.
Podium juara Bebek 2 Tak Std 116 cc serta hasil positif di Underbone 130 cc pada Superprix 2026 Surabaya menjadi bukti awal bahwa balapannya layak diperhitungkan.
Dengan usia yang masih tergolong muda, perjalanan Tian tentunya masih panjang. Pengalaman yang terus bertambah, ditambah konsistensinya melakukan riset mesin 2 tak, menjadi modal untuk terus berkembang.
Apalagi, dirinya masih memiliki ruang yang sangat besar untuk mengembangkan karakter mesin dan menemukan formula-formula baru yang semakin kompetitif.
Jika konsistensi tersebut terus terjaga. Bukan tidak mungkin nama Tian ‘Nto Nto Racing’ akan semakin sering terdengar di kompetisi road race nasional.
Selamat atas pencapaian di Superprix 2026 Surabaya. Semoga ke depan balapan Tian ‘Nto Nto Racing’ semakin spesial dan kembali mampu mengantarkan para pembalapnya meraih podium-podium berikutnya. Amin.
BACA BERITA LAINNYA DI : Koh Leon “Racetech” Unjuk Gigi di Superprix 2026 Surabaya. . . . .
