ICF Usulkan Perpanjangan Rute Keberangkatan Asian Games demi Uji Coba Jalur MTB


ICF Ingin Atlet MTB Punya Waktu Lebih Banyak Beradaptasi di Jepang

LINTASJUARA – Indonesia Cycling Federation (ICF) mengusulkan penambahan waktu keberangkatan bagi atlet cabang olahraga balap sepeda yang akan tampil pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Usulan tersebut diajukan agar atlet, khususnya dari nomor Mountain Bike (MTB), memiliki kesempatan lebih panjang untuk mengenal dan menjajal lintasan pertandingan sebelum kompetisi dimulai.

Menurut ICF, proses adaptasi terhadap karakter lintasan menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi performa atlet saat bertanding. Oleh karena itu, federasi berharap atlet MTB dapat tiba di Jepang lebih awal dibandingkan jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan.

Sekretaris Jenderal ICF, Jadi Rajagukguk, mengatakan usulan tersebut saat ini masih dikomunikasikan dengan pihak terkait. Ia menjelaskan bahwa tidak semua nomor balap sepeda dapat memanfaatkan waktu tambahan karena sebagian venue masih belum dibuka untuk latihan.

MTB Jadi Prioritas karena Jalur Sudah Bisa Digunakan

Jadi menjelaskan, nomor Mountain Bike menjadi prioritas dalam pengajuan tambahan waktu keberangkatan karena lintasan yang akan digunakan di Asian Games sudah memungkinkan untuk dijajal lebih awal.

Berbeda dengan beberapa disiplin balap sepeda lainnya yang masih belum dapat mengakses arena pertandingan, atlet MTB dinilai memiliki peluang untuk memanfaatkan waktu tersebut sebagai bagian dari proses adaptasi teknis maupun fisik.

“Ada beberapa nomor yang kami minta lebih awal, tetapi venue-nya belum bisa dipakai, misalnya BMX. Karena itu kami tetap mengikuti jadwal keberangkatan, yaitu dua hari sebelum pertandingan. Namun untuk Mountain Bike, kemungkinan bisa berangkat lebih cepat dengan tambahan dua hari sebelum jadwal yang sudah ditentukan,” ujar Jadi Rajagukguk saat ditemui di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jumat (31/7/2026).

Dengan tambahan waktu tersebut, para atlet diharapkan dapat mempelajari karakter medan, mengenali tingkat kesulitan lintasan, serta menyesuaikan strategi balapan sebelum turun di hari perlombaan.

Adaptasi Lintasan Dinilai Krusial untuk Meningkatkan Performa

ICF menilai adaptasi terhadap lintasan merupakan salah satu aspek yang tidak bisa diabaikan dalam persiapan menghadapi ajang sebesar Asian Games.

Karakter lintasan di Jepang diperkirakan memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan jalur latihan yang biasa digunakan atlet di Indonesia. Mulai dari kontur medan, tingkat kemiringan, hingga kondisi cuaca menjadi faktor yang perlu dipahami sejak awal.

Dengan kesempatan menjajal lintasan lebih cepat, atlet memiliki waktu untuk mengevaluasi teknik, menentukan pilihan perlengkapan yang tepat, hingga menyusun strategi sesuai kondisi lapangan.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat mengurangi risiko kesalahan saat perlombaan berlangsung sekaligus meningkatkan kepercayaan diri atlet ketika menghadapi persaingan di tingkat Asia.

Nomor Road Race Juga Diusulkan Berangkat Lebih Awal

Selain Mountain Bike, ICF juga berupaya mengajukan penambahan waktu keberangkatan bagi atlet nomor Road Race.

Namun hingga kini, pembahasan mengenai usulan tersebut masih terus dilakukan karena rute balapan belum sepenuhnya dibuka oleh panitia penyelenggara.

Menurut Jadi, kondisi jalan yang akan digunakan di Jepang memiliki karakteristik berbeda dengan lintasan di Indonesia. Hal itu membuat proses adaptasi menjadi sangat penting bagi para pembalap.

“Kami masih berkomunikasi. Road juga sebenarnya belum bisa menggunakan rutenya. Jalannya di Jepang katanya cukup sempit. Biasanya tuan rumah memang belum membuka seluruh rute karena masih dirahasiakan,” jelasnya.

ICF berharap panitia segera memberikan akses kepada peserta sehingga atlet Indonesia memiliki kesempatan mempelajari kondisi lintasan sebelum kompetisi dimulai.

Tidak Semua Nomor Bisa Berangkat Lebih Cepat

Meski mengajukan penambahan waktu keberangkatan untuk beberapa nomor, ICF memastikan tidak seluruh atlet balap sepeda akan berangkat lebih awal ke Jepang.

Nomor BMX Racing, misalnya, tetap mengikuti jadwal resmi karena venue pertandingan belum dapat digunakan untuk latihan sebelum hari pelaksanaan.

Kondisi tersebut membuat tambahan waktu keberangkatan tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila fasilitas latihan belum tersedia.

Karena itu, ICF memilih fokus mengusulkan percepatan keberangkatan pada nomor yang memang telah memungkinkan melakukan uji lintasan lebih awal.

Indonesia Turunkan 21 Atlet Balap Sepeda

Pada Asian Games 2026, Indonesia akan diperkuat 21 atlet balap sepeda yang akan bertanding di enam disiplin berbeda, yakni BMX Racing, Road Race, BMX Freestyle, Mountain Bike (MTB), Track Endurance, dan Track Sprint.

Di nomor BMX Racing, Indonesia akan menurunkan Amellya Nur Sifa, Jasmine Az Zahra Setyobudi, Rio Akbar, serta Fasya Ahsana Rifki.

Sementara pada Road Race Putri, tim diperkuat Ayustina Delia Priatna, Dewika Mulya Sova, dan Andini Putri Anastasya. Adapun sektor putra diisi Muhammad Syelhan Nurrahmat, Maulana Astnan Al Hayat, serta Muhammad Hafizh.

Untuk nomor BMX Freestyle, Indonesia mengandalkan Gilang Febriansyah.

Sedangkan sektor Mountain Bike akan diperkuat Zaenal Fanani, Feri Yudoyono, Sayu Bella Sukma Dewi, dan Vara Sefti Rahmadani.

Pada nomor Track Endurance, tim Indonesia menurunkan Bernard Benyamin Van Aert, Muhammad Andy Royan, Terry Yudha Kusuma, dan Julian Abi Manyu.

Sementara di nomor Track Sprint, Indonesia akan diperkuat Dika Alif Dhentaka serta Dhia Tsabit Az Zakky Sutaryo.

Komposisi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal bagi kontingen Merah Putih dalam perburuan medali di Asian Games 2026.

Persiapan Timnas Balap Sepeda Diklaim Sudah Matang

ICF memastikan persiapan tim nasional balap sepeda menuju Asian Games 2026 telah memasuki tahap akhir.

Menurut Jadi Rajagukguk, seluruh program latihan berjalan sesuai rencana dan kesiapan atlet juga telah mendapat perhatian dari tim Chief de Mission (CdM) Indonesia melalui proses peninjauan langsung.

Ia menyebut hampir seluruh tahapan persiapan telah diselesaikan. Kini hanya tersisa agenda kompetisi bagi atlet BMX yang dijadwalkan mengikuti Kejuaraan Asia BMX di Malaysia sebagai bagian dari pemanasan terakhir sebelum tampil di Jepang.

“(Persiapan menuju Asian Games) sudah matang. Kemarin juga sudah ditinjau oleh tim CdM Indonesia. Tinggal atlet BMX yang pekan depan akan mengikuti Kejuaraan Asia BMX di Malaysia sebagai persiapan terakhir,” kata Jadi.

Fokus Maksimalkan Peluang Meraih Prestasi

Usulan penambahan waktu keberangkatan bagi atlet Mountain Bike menunjukkan keseriusan ICF dalam mempersiapkan tim menghadapi persaingan di Asian Games 2026.

Federasi menilai adaptasi lintasan merupakan bagian penting dari strategi untuk meningkatkan performa atlet ketika bertanding. Dengan mengenali karakter jalur lebih awal, peluang atlet Indonesia untuk tampil optimal diharapkan semakin besar.

Apabila usulan tersebut disetujui, atlet MTB akan memiliki waktu tambahan untuk berlatih langsung di arena pertandingan, melakukan evaluasi teknis, sekaligus menyempurnakan strategi sebelum bersaing memperebutkan medali bagi Indonesia di Aichi-Nagoya.

BACA BERITA LAINNYA : @BERITASUMATRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *