
LINTASJUARA– Persija Jakarta memutuskan melakukan penyesuaian agenda pramusim dengan menunda keberangkatan untuk menjalani pemusatan latihan (training camp/TC) di Thailand. Keputusan tersebut diambil setelah manajemen dan tim pelatih mempertimbangkan pentingnya partisipasi Macan Kemayoran di ajang Piala Presiden 2026.
Awalnya, Persija dijadwalkan bertolak ke Thailand pada 27 Juli 2026 untuk menjalani rangkaian persiapan menghadapi kompetisi musim baru. Namun, jadwal tersebut berbenturan dengan laga perdana mereka di fase grup Piala Presiden yang mempertemukan Persija dengan Arema FC sehari sebelumnya.
Situasi itu membuat manajemen harus memilih antara tetap menjalankan agenda TC sesuai rencana atau menyesuaikannya agar tim utama tetap bisa tampil maksimal di turnamen pramusim bergengsi tersebut. Setelah melalui berbagai pertimbangan, Persija akhirnya memilih menggeser jadwal keberangkatan ke Negeri Gajah Putih.
Persija Prioritaskan Persiapan di Jakarta
Keputusan untuk menunda TC di Thailand bukan berarti Persija mengurangi porsi persiapan menuju musim baru. Sebaliknya, tim justru akan lebih dahulu menjalani pemusatan latihan secara lengkap di Jakarta sebelum bertolak ke luar negeri.
Presiden Persija Mohamad Prapanca menjelaskan bahwa perubahan agenda ini merupakan hasil koordinasi intensif antara manajemen dan tim pelatih. Menurutnya, penyesuaian jadwal dianggap sebagai langkah terbaik agar seluruh pemain dapat berkumpul lebih dulu sekaligus memaksimalkan persiapan sebelum mengikuti Piala Presiden.”Setelah melakukan koordinasi dengan tim pelatih, kami memutuskan untuk melakukan penyesuaian jadwal terkait pemusatan latihan. Sebelum bertolak ke Thailand, tim akan terlebih dahulu berkumpul secara lengkap di Jakarta,” ujar Prapanca dalam pernyataan resmi klub.
Dengan keputusan tersebut, Persija memiliki waktu lebih panjang untuk membangun kekompakan skuad di ibu kota. Selain itu, tim pelatih juga dapat memanfaatkan sesi latihan untuk mematangkan strategi sebelum memasuki pertandingan kompetitif pertama pada musim ini.
Piala Presiden Jadi Bagian Penting Pramusim
Keikutsertaan Persija di Piala Presiden 2026 ternyata dipandang bukan sekadar memenuhi undangan turnamen. Manajemen melihat ajang tersebut sebagai bagian penting dalam proses pembentukan tim sebelum kompetisi resmi dimulai.
Prapanca menilai pertandingan-pertandingan di Piala Presiden akan memberikan pengalaman berharga bagi para pemain. Tim pelatih dapat melihat secara langsung perkembangan skuad ketika menghadapi lawan dengan atmosfer pertandingan yang sesungguhnya.”Penyesuaian tersebut membuat kita memiliki kesempatan untuk berpartisipasi di Piala Presiden. Keikutsertaan di Piala Presiden juga akan menjadi bagian dari proses persiapan tersebut,” kata Prapanca.
Bagi Persija, pertandingan kompetitif memiliki nilai yang berbeda dibandingkan sekadar uji coba. Intensitas permainan, tekanan pertandingan, hingga kemampuan pemain mengambil keputusan dalam situasi nyata menjadi aspek yang sulit diperoleh hanya melalui latihan.
Karena itu, Piala Presiden dianggap sebagai kesempatan ideal untuk mengukur kesiapan tim sekaligus mengevaluasi hasil latihan yang telah dijalani selama masa pramusim.
Sempat Pertimbangkan Turunkan Tim EPA U-20
Sebelum memutuskan menunda keberangkatan ke Thailand, Persija sempat memiliki skenario lain. Manajemen mempertimbangkan kemungkinan menurunkan skuad Elite Pro Academy (EPA) U-20 di Piala Presiden agar tim utama tetap bisa menjalani TC sesuai jadwal.
Namun, opsi tersebut akhirnya tidak dipilih. Persija merasa kehadiran tim utama di Piala Presiden akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dalam proses persiapan menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.
Keputusan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Persija ingin memanfaatkan setiap pertandingan pramusim untuk membangun chemistry antarpemain, terutama dengan adanya sejumlah wajah baru di dalam skuad.
Dengan tampil menggunakan kekuatan terbaik, tim pelatih juga dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai komposisi pemain yang paling ideal menjelang dimulainya kompetisi resmi.
Agenda Pramusim Mengalami Penyesuaian
Perubahan jadwal TC di Thailand tentu membawa konsekuensi terhadap keseluruhan agenda pramusim Persija. Program yang sebelumnya telah disusun harus mengalami penyesuaian agar tetap berjalan efektif meski ada perubahan waktu keberangkatan.
Meski demikian, manajemen memastikan bahwa target utama tetap tidak berubah, yakni membangun kondisi fisik, meningkatkan pemahaman taktik, dan memperkuat kekompakan tim sebelum musim baru dimulai.
Persija menilai fleksibilitas dalam menyusun program latihan menjadi hal yang penting. Penyesuaian jadwal dinilai sebagai langkah yang lebih menguntungkan dibanding harus melewatkan kesempatan tampil di turnamen pramusim yang mempertemukan sejumlah klub kuat.
Selain memberikan menit bermain kepada para pemain, Piala Presiden juga menjadi ajang evaluasi bagi tim pelatih untuk mengetahui aspek-aspek yang masih perlu dibenahi.
Thailand Tetap Jadi Tujuan TC Persija
Meski keberangkatannya ditunda, Thailand tetap menjadi destinasi pemusatan latihan Persija. Negara tersebut dipilih karena dinilai memiliki fasilitas latihan yang memadai serta lingkungan kompetitif yang dapat menunjang persiapan tim.
Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Indonesia, Macan Kemayoran dijadwalkan berangkat ke Thailand pada 10 Agustus 2026 untuk melanjutkan program pramusim.
Di sana, tim pelatih akan fokus meningkatkan aspek teknis maupun taktikal sebelum kompetisi resmi bergulir. Latihan intensif di Thailand juga diharapkan mampu meningkatkan kondisi fisik pemain setelah mereka memperoleh pengalaman bertanding di Piala Presiden.
Prapanca optimistis kombinasi antara pertandingan kompetitif di Indonesia dan pemusatan latihan di Thailand akan memberikan dampak positif terhadap kesiapan tim.”Tim pelatih dapat melihat perkembangan pemain dalam situasi pertandingan kompetitif, sebelum nantinya melanjutkan program pramusim di Thailand pada 10 Agustus,” ujar Prapanca.
Persija Ingin Datang ke Liga 1 dengan Persiapan Maksimal
Keputusan menunda keberangkatan ke Thailand menunjukkan bahwa Persija tidak ingin terburu-buru dalam menjalani agenda pramusim. Klub memilih memanfaatkan setiap kesempatan untuk mempersiapkan tim secara menyeluruh sebelum menghadapi kerasnya persaingan Liga 1 musim 2026/2027.
Piala Presiden menjadi panggung awal bagi tim pelatih untuk menilai sejauh mana perkembangan skuad. Sementara TC di Thailand akan menjadi fase lanjutan untuk menyempurnakan berbagai aspek permainan.
Dengan kombinasi kedua agenda tersebut. Persija berharap dapat memasuki musim baru dengan kondisi tim yang lebih solid, baik dari sisi fisik, taktik, maupun kekompakan antarpemain.
Penyesuaian jadwal memang mengubah rencana awal klub. Tetapi manajemen menilai keputusan tersebut merupakan langkah paling tepat agar seluruh rangkaian persiapan berjalan optimal. Fokus Persija sepenuhnya tertuju pada Piala Presiden. Sebelum melanjutkan pemusatan latihan di Thailand sebagai bagian akhir dari persiapan menuju kompetisi musim baru.
BACA BERITA LAINNYA DI : @BERITASUMATRA.COM
