
LINTASJUARA – Alfi Husni tampil sempurna pada gelaran Superprix 2026 Surabaya. Pembalap andalan SAE Racing Team itu sukses merebut podium juara pada balapan utama kelas Underbone 130 cc Expert yang berlangsung Sabtu malam (22 Agustus 2026).
Hasil tersebut sekaligus mengulang keberhasilan Alfi Husni pada sesi Sprint Race. Dengan demikian, rider SAE Racing Team mampu menyapu bersih kemenangan dan menunjukkan konsistensi performa sepanjang akhir pekan balap.
Di balik penampilan kompetitif tersebut, terdapat kerja keras tim dan racikan teknis dari Bengkel Kate Montor Maboer Yogyakarta. Tim SAE Racing Team sendiri merupakan milik Sholeh Ahmad Efendi atau yang akrab disebut SAE, dengan Florianus Roy dipercaya sebagai manajer tim.
Menariknya, keberadaan Bos SAE Racing Team dan jajaran tim di Bengkel Kate Montor Maboer menjadi bagian dari cerita di balik kesuksesan Alfi Husni di kelas Underbone 130 cc Expert.
Alfi Husni Sempurna, Sapu Bersih Dua Balapan
Alfi Husni menunjukkan performa yang sulit dibendung pada seri Superprix 2026 Surabaya. Setelah lebih dulu menjadi yang terbaik pada Sprint Race, pembalap SAE Racing Team tersebut kembali mengamankan posisi teratas pada balapan utama.
Dua kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa paket pembalap, motor, mekanik, dan strategi yang dibangun SAE Racing Team berjalan sesuai harapan.
Kemenangan di Surabaya juga membuat Alfi Husni kembali memperlihatkan kapasitasnya sebagai salah satu pembalap yang patut diperhitungkan di kelas Underbone.
Bagi tim, hasil tersebut tentu bukan sekadar tambahan koleksi podium. Konsistensi kemenangan menjadi bukti bahwa pengembangan motor yang dilakukan selama ini mampu menghasilkan performa kompetitif di lintasan.
Kembali Bersinar dengan Underbone 125Z
Salah satu bagian penting dari keberhasilan tersebut datang dari motor yang digunakan Alfi Husni.
Underbone 125Z yang menjadi tunggangan Alfi kembali menunjukkan performa terbaik setelah mendapatkan riset dan pengembangan dari Pak De “Heru Kate”. Motor tersebut disebut mampu menghasilkan tenaga hingga 39 Horse Power (HP).
Catatan tersebut sekaligus mengulang pencapaian yang sebelumnya diraih pada gelaran Superprix 2026 Boyolali.
Artinya, kombinasi yang dibangun antara SAE Racing Team dan Bengkel Kate Montor Maboer kembali terbukti mampu membawa motor Underbone 125Z tampil kompetitif dalam dua seri berbeda.
Performa motor yang konsisten menjadi salah satu kunci penting bagi Alfi Husni untuk menjaga ritme balap sekaligus menghadapi persaingan ketat di kelas Underbone 130 cc Expert.
Bos SAE Racing Team Hadir, Kate Montor Maboer Jadi Bagian Penting
Keberhasilan Alfi Husni tidak terlepas dari dukungan besar SAE Racing Team yang bermarkas di Yogyakarta.
Sholeh Ahmad Efendi selaku pemilik tim turut menjadi bagian dari perjalanan tim dalam membangun performa pembalap dan motor. Sementara posisi manajer tim dipercayakan kepada Florianus Roy.
Nama Florianus Roy sendiri bukan sosok asing dalam dunia balap nasional. Ia merupakan mantan pembalap yang memiliki pengalaman panjang serta pernah mencatatkan berbagai prestasi di level nasional.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam pengelolaan tim, khususnya dalam menghadapi persaingan balap yang semakin ketat.
Kehadiran Bos SAE Racing Team di Bengkel Kate Montor Maboer juga menjadi sinyal kuat mengenai eratnya hubungan kerja antara tim dan pihak yang bertanggung jawab terhadap pengembangan mesin.
Racikan Heru Kate Kembali Berbicara
Di sisi teknis, sosok Pak De “Heru Kate” kembali menjadi perhatian. Racikan Underbone 125Z hasil risetnya mampu membawa Alfi Husni tampil sebagai jawara.
Dengan tenaga yang disebut mencapai 39 HP, mesin tersebut tidak hanya memiliki output besar, tetapi juga harus mampu bekerja secara konsisten sepanjang balapan.
Sebab, tenaga besar saja tidak cukup untuk memenangkan perlombaan. Karakter mesin, respons tenaga, daya tahan, hingga kemampuan pembalap dalam mengontrol motor menjadi kombinasi yang menentukan hasil akhir.
Dalam konteks tersebut, kemenangan Alfi Husni di Surabaya menjadi bukti bahwa paket yang dibangun SAE Racing Team bersama Bengkel Kate Montor Maboer kembali menemukan formula yang tepat.
Geng Maguwoharjo Kembali Dominan
Ada catatan menarik lainnya dari persaingan Underbone 130 cc Expert di Superprix 2026 Surabaya.
Kekuatan bengkel-bengkel yang berada di sekitar kawasan Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, kembali menunjukkan dominasinya.
Selain Bengkel Kate Montor Maboer yang membawa Alfi Husni menjadi juara, ada pula mekanik senior Ari V-Reinz yang mengantarkan M Faerozi dari tim HJS Subur Jaya Young Star finis sebagai runner-up.
Hasil tersebut membuat nama-nama dari kawasan Maguwoharjo kembali mencuri perhatian di persaingan papan atas.
Fenomena ini menarik karena menunjukkan bagaimana kawasan tersebut terus menjadi salah satu pusat aktivitas dan pengembangan motor balap di Yogyakarta.
Bengkel-bengkel yang tumbuh di sekitar Maguwoharjo tidak hanya menghasilkan motor dengan performa kompetitif, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya mekanik dan tuner berpengalaman yang terus melakukan pengembangan.
Knalpot Pekajaman Jadi Bagian dari Paket Kompetitif
Ada satu kesamaan lain yang menarik dari para pembalap yang kembali mendominasi papan atas.
Baik Alfi Husni maupun M Faerozi disebut menggunakan Knalpot Pekajaman (P), produk milik tuner Potter.
Markas Knalpot Pekajaman juga berada tidak jauh dari kawasan Maguwoharjo. Hal tersebut semakin memperkuat gambaran mengenai besarnya ekosistem balap yang berkembang di kawasan Sleman, Yogyakarta.
Knalpot menjadi salah satu komponen penting dalam menentukan karakter performa mesin balap. Karena itu, pemilihan knalpot yang sesuai dengan karakter mesin dan kebutuhan pembalap menjadi bagian dari proses membangun paket kompetitif.
Kombinasi antara mesin hasil riset, mekanik berpengalaman, pembalap berkualitas, hingga perangkat pendukung seperti knalpot menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
Alfi Husni dan SAE Racing Team Kirim Sinyal Kuat
Kemenangan Alfi Husni di Superprix 2026 Surabaya sekaligus memberikan sinyal kuat bagi para pesaingnya.
Sapu bersih Sprint Race dan balapan utama menunjukkan bahwa performa SAE Racing Team bukan sekadar hasil kebetulan. Mereka mampu mempertahankan konsistensi sejak awal hingga akhir rangkaian balapan.
Di sisi lain, keberhasilan Bengkel Kate Montor Maboer melalui Underbone 125Z kembali membuktikan kualitas racikan mesin mereka.
Setelah sebelumnya berjaya di Superprix 2026 Boyolali, formula yang sama kembali membawa Alfi Husni ke podium tertinggi di Surabaya.
Dengan hasil tersebut, persaingan Underbone 130 cc Expert semakin menarik untuk diikuti. Terlebih, kekuatan para tuner dan mekanik dari kawasan Maguwoharjo kembali menunjukkan taringnya.
Alfi Husni, SAE Racing Team, Bengkel Kate Montor Maboer, Ari V-Reinz, hingga Knalpot Pekajaman menjadi bagian dari cerita besar persaingan tersebut.
Satu hal yang pasti, dominasi mereka di Surabaya kembali memperlihatkan bahwa Maguwoharjo dan sekitarnya masih menjadi salah satu dapur penting dalam perkembangan balap underbone nasional.
BACA BERITA LAINNYA DI : Amri/Nita Ukir Podium Ketiga di Kejuaraan Dunia. . . . .
